Di Tepi ‘Danau’ STTRII 1
By. Nurcahyo (Kenangan Ketua Senat, 1-2 Februari 2007)
Kamis malam…
Di tengah lelap tidurku
Terbangun aku mendengar
Sayup-sayup suara Koster 2 meminta bantuan
Sayup-sayup yang makin keras terdengar
Namun kembali menjadi sayup-sayup
Karena aku kembali tertidur
(entah apakah pernah kujejakkan kakiku di tanah barang sejenak…)
Jumat dini hari…
Di tengah lelap tidurku
Lagi-lagi aku dihentakkan oleh sebuah paksaan
Sorotan senter nan menyilaukan mengarah kepadaku
Meminta bantuan
Namun kembali menjadi sayup-sayup
Karena aku kembali tertidur
(entah apakah pernah kujejakkan kakiku di tanah barang sejenak…)
Jumat pagi hari…
Ku terbangun…terkejut
“Banjir, banjir”…entah pernahkah kudengar teriakan itu
Yang kuingat…bergegas ku keluar kamar
Bergegas menuju hamparan rumput hijau di depan Hutan Buku kami 3
Sebuah gumaman, “Oh my goodness!” menetes dari bibir
Sebuah danau terhampar di hadapanku, tenggelamkan tiga hewan besi 4
(entah apakah pernah kucubit kulit lenganku, memastikan bahwa ini bukan mimpi…)
Jumat pagi hari…
Pagi yang riuh rendah dengan usaha evakuasi
Cemas…air yang tinggi kan tenggelamkan Hutan Buku kami
Mereka telah menelan rumah para pemimpin
Kami mengevakuasi, ya, kami mengevakuasi!
Kami mengevakuasi ketiga hewan besi, bahkan hingga air menyentuh batang leher kami!
Meski ini bukan ‘disaster’, hanya ‘disturbance’…
(entah apakah pernah kucubit kulit lenganku, memastikan bahwa ini bukan mimpi…)
Jumat petang…
Ku terduduk di tepi danau STTRII
Air mata Sang Hyang Agung memang sudah berhenti, at least for today
Dan lihat! Seekor Koi melenggang nikmat di hadapanku
Koi yang beberapa jam kemudian terperangkap tangan rekanku dan…mati
Dalam kesehatian, mati bersama aliran listrik dan aliran air
Bangku cantik jadi perhentianku, nikmati sejenak danau STTRII di atas hamparan rumput
(entah ku hendak ungkapkan apa lagi…)
1 Sekolah Tinggi Teologi Reformed Injili Indonesia, Jl. Kemang Utara IX/10, Jakarta Selatan.
2 Bapak Rumah Tangga STTRII yang kini dijabat oleh Sdr. Tommy Lauw.
3 Perpustakaan kami bernama H.F. Tan Library.
4 Tepatnya: Mobil Kijang sekolah, mobil salah satu dosen, dan mobil Panther STEMI
Sabtu Pagi
Sabtu pagi…
Sang Hyang Agung kembali menangis
Entah mengapa…
Entah apa isi hatiNya…
Sabtu pagi…
Cemas menggantung dalam kalbu
Akankah bumi jadi kolam penderitaan lagi?
Entah apa isi hatiku…
Sabtu pagi…
Geliat manusia menahan dingin
Tidak…tidak….
Entah apa isi hati mereka…
Sabtu pagi…
Seberkas ketidakpastian menyergap
Tanpa air, tanpa energi
Entah apa isi hati kami…
Sabtu pagi…
Kabar-kabar derita di sekelilingku
Bola belaskasih kini di tanganmu
Entah apa isi hati kita…
(Kemang Utara IX, Sabtu pagi, 3 Februari 2007)
- Location:STTRII, Jakarta
- Mood:
calm

